Definisi untuk Dasar Geometri dan Segitiga


Sumber: unsplash.com/photos/VlZYu3nZIRI

Berikut ini daftar definisi untuk dasar geometri dan segitiga.

  • Himpunan titik yang kolinear, artinya himpunan titik-titik yang berada pada satu garis yang sama.
  • Himpunan titik yang tidak kolinear, artinya himpunan dari tiga titik atau lebih yang tidak berada pada satu garis yang sama.
  • Titik B di antara titik A dan C, artinya  A, B, C adalah tiga titik berbeda yang kolinear dan AB + BC = AC.
  • Ruas garis, artinya himpunan titik-titik yang terdiri dari dua titik ujung dan titik-titik lainnya ada di antara titik ujung.
  • Panjang ruas garis, artinya jarak antara titik-titik ujung pada ruas garis.
  • Titik tengah ruas garis, artinya titik pada ruas garis yang membagi ruas garis menjadi dua bagian sama besar.
  • Bisektor ruas garis, artinya garis atau subset garis yang memotong ruas garis pada titik tengahnya.
  • Jumlah dua ruas garis, artinya ruas garis RS dikatakan merupakan jumlah dua ruas garis RP dan PS jika P ada di antara titik R dan S.
  • Sudut lancip, artinya sudut yang besarnya antara 0° sampai dengan 90°.
  • Sudut siku-siku, aritnya sudut yang besarnya 90°.
  • Sudut tumpul, artinya sudut yang besarnya antara 90° sampai dengan 180°.
  • Sudut yang kongruen, artinya sudut yang besarnya sama.
  • Bisektor sudut, artinya sebuah sinar yang titik ujungnya ada pada titik sudut dan membagi sudut menjadi dua bagian sama besar.
  • Garis-garis tegak lurus, artinya dua garis yang berpotongan dan membentuk sudut
  • Jarak antara garis dan titik, artinya panjang ruas garis yang tegak lurus dari titik ke garis.
  • Jumlah dua buah sudut, artinya jika titik P ada di bagian dalam sudut RST dan sudut RST bukan sudut lurus atau jika titik P bukan pada garis lurus RST, maka sudut RST merupakan penjumlahan sudut RSP dan sudut PST.
  • Poligon, artinya kurva tertutup di bidang yang merupakan gabungan dari ruas garis di mana ruas-ruas garis tersebut berpotongan hanya di titik ujungnya dan tidak ada ruas garis yang memiliki titik ujung sama yang kolinear.
  • Segitiga, artinya poligon yang memiliki tepat tiga sisi.
  • Segitiga sembarang, artinya segitiga yang ketiga sisinya tidak kongruen.
  • Segitiga sama kaki, artinya segitiga yang memiliki dua sisi kongruen.
  • Segitiga sama sisi, artinya segitiga yang ketiga sisinya kongruen.
  • Segitiga siku-siku, artinya segitiga yang memiliki sebuah sudut siku-siku.
  • Segitiga lancip, artinya segitiga yang ketiga sudutnya lancip.
  • Segitiga tumpul, artinya segitiga yang salah satu sudutnya tumpul.
  • Sudut bertetangga, artinya dua sudut yang ada di bidang yang sama dan memiliki titik sudut dan salah satu sisi yang sama.
  • Sudut berkomplemen, artinya dua sudut yang jumlahnya 90°.
  • Sudut bersuplemen, artinya dua sudut yang jumlahnya 180°.
  • Pasangan linear dari sudut, artinya dua sudut bertetangga yang jumlah besar sudutnya adalah 180°
  • Sudut bertolak belakang, artinya dua sudut yang salah satu sudutnya menghadap ke arah yang berlawanan dengan sudut kedua.
  • Garis tinggi, artinya ruas garis yang ditarik dari salah satu titik sudut segitiga dan tegak lurus dengan ruas garis di mana titik ujung ruas garis pertama berada.
  • Garis tengah, artinya ruas garis yang menghubungkan titik sudut dari segitiga ke titik tengah dari ruas garis di seberangnya.
  • Garis bagi sudut, artinya ruas garis yang membagi sudut segitiga dan salah satu titik ujung dari garis ini ada garis yang berada di seberang sudut.
  • Ruas garis bisektor tegak lurus, artinya garis atau ruas garis atau sinar yang tegak lurus terhadap suatu ruas garis dan memotong pada titik tengah ruas garis tersebut.
  • Rasio bilangan, artinya rasio bilangan a dan b adalah a/b di mana b tidak boleh 0.
  • Proporsi, artinya formula yang menyatakan bahawa dua rasio adalah sama.
  • Membagi secara proporsional, artinya dua ruas garis dibagi secara proporsional jika rasio dari panjang bagian salah satu ruas garis sama dengan rasio dari bagian ruas garis lainnya.
  • Sebangun, artinya dua poligon dikatakan sebangun jika dan hanya jika ada koresnpondensi satu-satu antara titik sudutnya, sehingga semua sudut yang berkorespondensi kongruen dan rasio dari sisi yang berkorespondensi sama

Referensi

  • Kertiyani, Ni Made Intan. (2021). Definisi, Postulat, dan Teorema untuk Dasar Geometri dan Segitiga. Mataram

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Definisi untuk Dasar Geometri dan Segitiga"

Posting Komentar